SALAM, Tomoe Gakuen Untuk Anakku

Sewaktu SMA, saya sempat membaca buku berjudul “Totto-chan:gadis cilik di jendela”. Membaca Totto-chan membuat saya berpikir akan satu hal: betapa menyenangkannya bersekolah di Tomoe Gakuen (sekolah Totto-chan). Ruang kelasnya dari gerbong-gerbong kereta api, setiap anak bebas memilih ingin belajar apa, guru-guru yang sabar, anak-anak bebas bermain. Sungguh sekolah yang sangat diidamkan oleh setiap anak. Sejak saat itu, saya bermimpi jika suatu saat saya punya anak, saya ingin anak saya bersekolah di sekolah seperti itu.

Tahunpun berganti dan setahun yang lalu, tibalah waktunya ketika saya harus membuat mimpi saya menjadi nyata: mencari Tomoe Gakuen untuk anak saya. Waktu itu Langit sudah berusia 7 tahun, usia yang pas untuk masuk SD. Disinilah semuanya terasa serius. Beberapa tahun yang lalu, ketika langit akan masuk TK, saya sudah sempat googling sekolah yang sifatnya membebaskan anak. Dan waktu itu, saya membaca ulasan sebuah sekolah bernama:SALAM, Sanggar Anak Alam. Seketika saya jatuh cinta dengan sekolah ini, akan tetapi jarak dari rumah yang cukup jauh (sekitar 17km), akhirnya Langit tidak jadi disekolahkan di SALAM, dengan pertimbangan, dia masih terlalu kecil untuk menempuh jarak sejauh itu setiap harinya.

Akan tetapi di usianya yang ke-tujuh ini, saya merasa dia sudah cukup umur. Saya pun segera mendaftarkan Langit dan adiknya, Nara, ke SALAM. Ketika pertama kali ke SALAM, saya merasa seperti melihat Tomoe Gakuen. Tidak dalam bentuk gerbong-gerbong kereta api, tapi bangunan-bangunannya yang tampak menyatu dengan alam, sawah disekeliling sekolah, parit dan pohon-pohon.

Ketika mengobrol dengan salah satu fasilitator (alih-alih menggunakan kata Guru, SALAM memilih menggunakan kata fasilitator), beliau menjelaskan bahwa SALAM menyadari bahwa setiap anak berbeda, sehingga cara pendekatan, cara belajar dan bakat tentunya berbeda. Beliau juga bercerita bahwa jika bersekolah di SALAM, anak-anak akan mendapatkan snack dan makan siang dari sekolah yang bahannya berasal dari bahan lokal. Seketika saya teringat lagi dengan SESUATU DARI GUNUNG DAN SESUATU DARI LAUT, menu wajib makan siang Totto-chan dan teman-temannya. Saya pun segera mendaftarkan kedua anak saya, walaupun masih masuk daftar tunggu, Alhamdulillah beberapa minggu kemudian Langit dan Nara diterima di SALAM.

Dan disinilah awal perjalanan kami bersama SALAM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s